Workshop Perencanaan Strategi Pemasaran

Ditulis pada Rabu, 01 Mei 2013 | Kategori: Seputar Bisnis | Dilihat 15894 kali

PERENCANAAN strategis tahunan (annual strategic planning) merupakan hasil atau produk (output), gabungan dari para pemikir (think-tank) dan pelaksana di perusahaan, sebagai roadmap (peta jalan) agar dengan mengimplementasikan yang tertuang dalam perencanaan, perusahaan akan mencapai hasil sesuai dengan sasaran dan gol yang ditetapkan dalam ukuran kuantitatif, peningkatan penjualan, keuntungan, pangsa pasar, maupun kualitatif, meraih dan mempertahankan posisi yang kuat di pasar dan meningkatkan nilai saham, dan dalam waktu yang tepat; tepat waktu, tetap sasaran.

Agar perencanaan tersebut dibuat dengan baik, benar dan akurat perlu dibentuk semacam project-team atau task-force. Pimpinan tim (team-leader) dipilih dari manajer senior yang menanganibusiness-development atau dari marketing. Pada perusahaan konglomerat biasanya dimulai dengan masing-masing SBU (strategic business unit) selanjutnya dikonsolidasi oleh bagian finance di kantor pusat, utamanya yang terkait dengan angka-angka.

Untuk lebih memantapkan lagi maka dalam mempersiapkan strategic planning diperlukan tempat dan lokasi khusus, terpisah dari tempat keseharian kerja, dengan harapan memperoleh lebih banyak ilham dan inspirasi. Contoh, kalau di Puncak tidak cukup kondusif dan inspiratif, maka dipilihlah Bali dan kalau perlu di luar negeri. Jika perusahaan mampu, kenapa tidak?

Pada waktu yang ditentukan tim pun berangkat, semua dengan semangat tinggi, nampak dari wajah-wajah yang penuh optimistis, seakan berkata, “Kami orang-orang yang dipilih untuk menentukan masa depan perusahaan.” Usai sudah sesi penyusunan perencanaan strategis, tim pun kembali dengan keyakinan yang tinggi. Kini, kita melihat pemandangan berikutnya di kantor pusat, ketika tiba giliran team-leadermempresentasikan kepada CEO; pimpinan tertinggi perusahaan didampingi oleh dewan direksi.

Dengan mantap team-leader mempresentasikan hasil pemikiran dan berbagai masukan dari tim. Namun belum habis presentasi, CEO menginterupsi, bahwa yang dia inginkan adalah sesuatu yang berbeda, merupakan terobosan dengan tingkat peningkatan dan pengembangan yang jauh lebih tinggi dari angka-angka yang disajikan. Team-leader ternganga bungkam seribu bahasa setelah mencoba untuk mendebat, justru semakin membuat CEO naik pitam.

Pemandangan di atas bukan dibuat-buat, walau digambarkan sedikit ekstrem, namun merupakan pemandangan lazim. Sementara CEO mewakili pemegang saham menginginkan sebuah extra-ordinary planning agar dapat merealisir sebuah extra-ordinary achievement dengan berbagai terobosan (breakthrough), tim yang terdiri dari para pemikir dan pelaksana – memperlihatkan target yang rendah, dibungkus dengan istilah affordable and workable. Dalam kemarahan yang memuncak tidak jarang keluar dari mulut CEO instruksi untuk membuat lagi perencanaan dan kali ini harus di kantor, di ruang rapat yang biasa digunakan!

Dalam hati, team-leader protes mengapa si Bos tidak memberi tahu sebelumnya apa yang diinginkan, bukankah lebih mudah? Jika Anda berpikir seperti itu maka Anda membuat kesalahan pada diri Anda sendiri, karena pada umumnya, si Bos tidak akan mau memberi tahu apa yang ada dalam benaknya sebelum ia sungguh-sungguh tahu bahwa anak buah telah berpikir keras secara maksimal.

Menurut survei dan pengamatan yang dilakukan McKinsey terhadap perusahaan- perusahaan besar kaliber dunia, ternyata pada intinya ada dua hal yang perlu mendasari pembuatan perencanaan strategis. Pertama, berpikir secara out-of-the box, berpikir ideal, tidak berpikir pada keadaan sekarang atau yang telah dialami, karena itu akan cenderung menahan pemikiran- pemikiran besar.

Kedua, berpikir inovatif, memikirkan hal-hal yang baru, merupakan terobosan, bukan yang biasa-biasa saja, bahkan dimulai ketika sedang menyusun perencanaan strategis. Kata breakthrough paling pas disandingkan dengan kata innovative untuk dapat memperoleh manfaat maksimal dalam penyusunan perencanaan strategis.

Cobalah untuk berpikir seperti dan melebihi harapan pemegang saham dan CEO, maka hasil olahanproject-team atau task-force perencanaan strategis tidak perlu mengalami penolakan sebaliknya memperoleh persetujuan dengan pujian. Maju terus dan tetap sukses!

 

Update Berita

Tipe-tipe PABX

Tipe-Tipe PABX Tentu saja dengan semakin berkembangnya waktu PABX juga berkembang. Teknologi yang digunakan pun juga ...

kapasitas PABX yang anda butuhkan

Kapasitas PABX yang diperlukan?   Untuk kebutuhan PABX di rumah tidak sulit untuk dijawab, tetapi pertanyaan ini menjadi ...

Hubungi Kami

  • Alamat Kami:
    Jl. Lapangan Roos III No.17 Jakarta Selatan 12840
  • (021) 835.0212, 8379.5683 / Fax. (021) 829.6020
  • 0813.8210.8686, 0818.10.8686 (Yudi Gumilang)
  • 7E7D26D4
  • info@gemilangsejati.com; gemilangsejati@yahoo.com